Gambar Dp Dan Meme Mukidi

Gambar dp dan meme Mukidi-
Entah bagaimana awal mula cerita dan kisahnya, nama mukidi saat ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan netizen. Saat ini di media sosial banyak beredar cerita humor dan meme tentang Mukidi. Banyak cerita-cerita dan kisah-kisah tentang Mukidi mulai dari yang lucu sampai yang inspiratif. Cerita Mukidi berkutat tentang kehidupan sehari-hari, seperti perbincangan mukidi dengan istrinya Markonah soal anak-anaknya Mukirin dan Mukiran. Atau percakapan Mukidi dengan sahabatnya Wakijan. Banyak pertanyaan muncul, siapa Mukidi?. Mukidi adalah nama tokoh dalam situs blog humor Indonesia. Anda pun bisa mengikuti akun tweeternya @Ceritamukidi yang bisa mengocok perut anda. Sosok Mukidi disebutkan dari Cilacap, Jawa Tengah.

Pencipta cerita lucu Mukidi adalah Soetantyo Moechlas (62 tahun), seorang pensiunan product manager perusahaan farmasi Boehringer Ingeihem. Ternyata nama yang kini menjadi viral tersebut diambil dari salah satu adegan film Warkop DKI (Dono, Kasino Indro). "Iseng saya pakai nama itu. Saya ingat kata-kata yang diucapkan Dono (warkop), Mukidi," Kata Soetantyo seperti dirilis Jawa Pos (26/8). Cerita lucu Mukidi, Markonah, Wakijan dan kawan-kawannya itu ditulis dalam sebuah blog yaitu Ceritamukidi.wordpress.com. Sebenarnya karakter Mukidi ini tercipta sudah cukup lama, kurang lebih tahun 90-an. Saat itu pak Soetantyo sering mengirimkan cerita lucu ke acara Ida Krisna Show di sebuah setasiun radio di Jakarta. Ketika mengirim banyolan di Prambors, pak Yoyo nama sapaan Soetantyo, sudah memakai nama Mukidi sebagai karakter banyolannya.



Berikut ini beberapa cerita lucu Mukidi

Naik unta

Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya, dia juga ikut tour naik unta. Tapi unta di Arab tidak seperti unta di Indonesia, ketika Mukidi bilang,"duduk" maka unta langsung duduk. Namun lainkejadiannya. Unta di Arab, walaupun mukidi sudah bilang "duduk, sit... sit.., jongkok, diuk, sang unta tetap berdiri, dan akibatnya Mukidi tidak bisa naik.

Pawang unta (PU): Bilang "Assalamualaikum" baru unta duduk.
Mukidi: "Assalamualaikun" unta langsung duduk, Mukidi naik langsung unta berdiri lagi.
Mukidi: "jalan.. jalan.." unta diam saja, dipukul punggungnya unta tetap diam.
PU: "Bismillah" unta jalan mukdi senang naik onta dengan pawang berjalan disamping unta.
Mukidi: Pawang bagaimana menyuruh unta ini lari?
PU:  Bilang saja "Alhamdulillah"
Mukidi: Alhamdulillah, dan unta pun lari. Mukidi senang, saking senagnya mukidi bilang Alhamdulillah. Dan si unta pun berlari tambah kencang meninggalkan si pawang.

Ketika mukidi sudah jauh, si pawang unta baru ingat kalu belum memberi tahu Mukidi caranya unta berhenti.
Dari jauh PU berteriak: kalau mau berhenti bilang Innalillahi.

Karena sudah jauh mukidi tidak mendengar. Dan si unta terus berlari dengan kencang. Sampai akhirnya dikejauhan Mukidi melihat ada jurang yang sangat dalam. Mukidi ketakutan dan mencoba menghentikan unta. Stop.. stop.. stoooopppp stoop..!!!. Namun unta tetap berlari, jurang sudah terpampang didepan mata. "Mati gue" kata mukidi. Tahu dia akan jatuh kejurang dan mati.

Dalam kepanikan dia berteriak: "Innalillahi...!!!!" sambil memejamkan mata pasrah. Unta mendadak berhenti, dan ketika mukidi membuka mata, dia melihat peris ditepi jurang. Saking senengnya tidak jadi mati, mukidi berteriak: "Alhamdulillah...!!!!.

Baca juga: Gambar lucu bahasa Jawa

Ibu asal madura

Cak Mukidi ke pasar, mau kulineran rujak cingur yang penjualnya ibu-ibu asal Madura, bertubuh montok bernama Bu Markonah.

Mukidi: "Bu rujak satu, berapa?"

Markonah: "Sepoloh rebu, cak."

Selesai di bungkus, cak Mukidi membayar dengan uang Rp 20.000,-

Markonah: "Cak, tangan saya belepotan, kembaliannya ambil sendiri disini ya." (Sambil menunjuk belahan dada atas)

Tanpa rgu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macam disana pikirnya.

Mukidi: "Nggak ada bu."

Markonah: (kasih instruksi) :Lebih dalam lagi,terus,terus, kekiri, kekanan."

Mukidi: "Nggak ada bu."

Markonah: "Ya sudah."

Mukidi: "Lah terus mana kembalian saya?"

Markonah: (Dengan enteng berkata) "Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu cak, sampeyan kira rogoh-rogoh di dalam kutang itu gratis?."

Mukidi: (Hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir).

Nonton bioskop

(Jam 8 pgi di kantor gedung bioskop)

(Kriiiingg telepon di meja kantor berbunyi)

Mukidi: "Halo mas saya mau tanya, bioskop buka jam berapa?"

Penjaga: "Jam satu mas."

Mukidi: "Bisa buka jam sembilan tidak mas?"

Penjaga: "Tidak bisa mas, biasa jam satu bukanya."

(Jam 11, telepon bunyi lagi)

Mukidi: "Halo, jam berapa bukanya bioskop?"

Penjaga: "Kamu yang telepon tadi ya mas? Kan sudah dikasih tau bukanya jam satu."

Mukidi: "Jam 12 tidak bisa, mas?"

Penjaga: "Tidak bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!"

Mukidi: "Nawar sedikit saja mas, gak apa-apa, sudah setengah satu saja ya?"

Penjaga: (Jengkel) "Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?"

Mukidi: (Sambil menangis) "Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi malem pas nonton pilem saya ketiduran. Tolong mas, bukakan pintunya. Saya pengin pulang."
Load disqus comments

0 komentar